Kamis, 19 Januari 2017

Melihat kacamata Peserta PKH

Pendamping Program Keluarga Harapan sebagai salah satu program dari Kementrian Sosial merupakan bahagian dari tanggung jawab para pendamping PKH,  Untuk mendampingi KPM mereka dari segi keluarganya yang termasuk dari komponen fasdiknya,  Faskes dan kesannya.

Rintangan yang di lewati para pendamping PKH bukanlah hal yang mudah,  seperti halnya si peserta yang paham akan hak dan kewajiban mereka fungsi-fungsinya.  Akan tetapi adapun yang memang sudah sering di ingatkan akan apa hak mereka namun masih tetap membuat dinamika baru sesama peserta.  Pada hal toh dia sama dalam keluarga yang sama di program ini. 

Akan tetapi taktik pendamping dalam membaca situasi setiap kelompok peserta lebih akurat.

Senin, 09 Januari 2017

Membayar harga kesuksesaan

Semangat salah satu prinsip yang harus di tanam dalam diri. Karena salah satu hal yang sangat menarik ketika menempuh perjalanan menuju Sukses sebenarnya.

Bayangkan ketika mengejar Sukses tidak ada perhitungan yang matang.

Harus perlu di ingat bahwa sebelum berangkat harus buat janji karena yang di khawatirkan orang yang akan di temui ga ada di TKP.

Dan hasilnya memang betul, perjalanan yang ditempuh kurang lebih 50 km namun yang terjadi ga ketemu jua dengan yang bersangkutan.

Balik arah dan harus berfikir gmna lagi, pulang ke rumah terlalu cepat, putuskan deh, ke Cempa sipa tau bisa closing di sana. Tapi masih tetap Netral. Perjalanan pulang singgah lagi di rumah Bapak Muhlis ya pada akhirnya lagi lagi ga ada orgnya.

Sabar dalam berusaha Sukses itu berani membayar harganya.

Kamis, 05 Januari 2017

PINTAKU TIGA KESEJAHTERAAN DI TAHUN INI

Manusia hanya bisa berharap dan berusaha diiringi dengan doa. Alakadarnya kita sebagai manusia patut memiliki kesejahteraan di kehidupan ini. Akan tetapi itu semua tidak akan bakalan kita gali jikalau diri sendiri masih tetap pada derajat Nol persen atau kah bergerak dari yang lamban.

Zaman memaju kita untuk tetap melangkah bagai roket. Pertanyaannya ada sama diri sendiri.

Tiga kesejahteraan yang saya maksud di atas Semoga tahun ini bisa Sejahtera hati. Ya kunci manusia sendiri ada di hati mereka. Baik dan buruknya hatinya yang duluan lebih mengetahuinya.

Kesejahteraan berikutnya adalah Kaya akan ilmu pengetahuan sebagai penerobos kelonggaran yang akan di telah untuk kelangsungan hidup yang Cuman sementara ini.

Kesejahteraan terakhir yakni Kaya harta, harta yang banyak yang didalamnya terdapat niat ikhlas untuk memberi akan menuai fredoom sesungguhnya, siapa bilang harta tidak berguna? Harta pulalah yang akan bisa kita pake membangun sarana umum, ibadah dan sekolah tanpa harta yang banyak ga bakalan bisa. Percaya saja. Biarpun sepintar apapun manusia itu ketika ga punya harta pastilah ga semudah apa yang mereka pahami dengan ilmunya.

Yah harapan hanyalah harapan, doa kerja keras dan tawakal senantiasa kita persembahkan untuk kita semua semoga yang membaca Tulisan yang serba kekurangan ini akan mendapatkan ketiga kesejahteraan ini. Begitu juga sebaliknya ketika kita mendoakan orang lain maka doa itu untuk diri kita jua.

Salam.

Minggu, 01 Januari 2017

Jangan Alasan Di 2016 Kembali Terucap di Tahun 2017

Kebanyakan dari kita banyak mengeluarkan kata-kata yang memang dari dasar pengetahuan. Seperti halnya kepada hal yang baru terdengar di telinga. Entah itu, peluang karir, bisnis atau bahkan orang baru sekalipun.

Pada dasarnya manusia harus bisa mengetahui, mempelajari dan bahkan menactionkan agar bisa mengetahui seperti apa peluang tersebut.

Seperti yang saya dan teman-teman yang lain lakukan, Salah satu peluang yang menurut saya ini loh bisnis dan peluang yang selama ini yang saya cari-cari. Bagaimana tidak bergairah melihat peluang yang sejak April 2016 Kemarin aku Niatkan untuk menjalaninya.

Karena pada prinsipnya Bisnis ini memiliki Misi yang Mulia menurutku, karena membantu orang lain dan Melindungi keluarga dari kehancuran ekonominya apabila ditinggal mati oleh pencari Nafkah.kemudian persiapan di masa tua kelak. Ga mungkinlah kita terus-terus bekerja sampai tua.

Ada beberapa teman yang pernah saya ajak untuk bisa memanfaatkan peluang ini akan tetapi alasannya segudang :
1. Entar ya aku tanya istri dulu.
2. Nanti kalau buku Polisnya sudah ada.
3. Saya mau lihat bonusmu dulu.
4. Ini mah khusus bagi orang yang punya penghasilan.
5. Nanti kalau saya punya Suami.
6. Kapan-kapan ya.
7. Saya ga bisa cari orang.
8. Saya ga punya Uang/Modal.
9. Nanti lari.
10. Saya mo fokus dulu di usaha saya.
11. Saya takut gagal.
12.Kamu dulu deh yang sukses.
13. Saya tidak tahu bicara.
14. Saya sih ga bisa jalanin yang begitu gituan.
15. Saya sih sudah Nyaman di pekerjaan saya, Sayakan PNS ada Uang pensiunku.
16. Itu kerjaanmu cari Orang ya.
17. Kerjaanmu itu Bikin cape-cape saja yang pasti-pasti ajalah.

Yah segelumit alasan yang keluar yang terlontar dari mereka yang menganggap masa depan itu bukanlah hal yang seharusnya di PERJUANGKAN.

Namun saya menyadari sendiri bahwasanya alasan yang iya keluarkan sebenarnya. Saya sangat memahami, toh saya pun pernah mengalami demikian akan tetapi saya sadar bahwa masa depan itu betul-betul harus di PERJUANGKAN.

Karena yang terlintang di benak saya bahwa Masih ada orang tuaku yang harus saya bahagiakan Naikkan Ketanah Sucinya Allah. Larang iya bekerja cukup dirumah saja nyiapin bekalnya di Akhir kelak.   Dan yang pasti akan membiayai anak saya, keluarga saya, pastilah saya sendiri. Ketika saya sudah ga bisa bekerja saya punya persiapan untuk keluargaku, Tidak menutup kemungkinan saya selalu sehat, hal yang pasti jua adalah pasti saya akan Mati. Jadi apa yang harus saya wariskan kepada keluarga saya.
Mungkin Mimpi Anda adalah salah satunya di atas. Jadi......

Saya sangat-sangat menyadari bahwa :
Jika SUKSES adalah "HARGA MATI" pasti tidak akan ada cerita seperti ini :

→Saya tidak punya modal ..
    ( Modal bisa di cari )

→Saya tidak memiliki kemampuan ..
    ( Kemampuan bisa di gali )

→Saya tidak bisa mengajak orang ..         
    ( Di coba saja belum, setelah coba
    pasti ketagihan deh )

→Saya sibuk dengan kerjaan ..
    ( Tidak mungkin Anda kerja 24 jam,
    pasti ada waktu luang )

→Saya GAPTEK ..
    ( Manusia  lahir tanpa mengerti  
     apa2 dan bisa di pelajari )

→Orang terdekat tidak mendukung ..
    ( Beri pengertian, jika tidak
     direstui jalan saja, toh kita
     berjuang untuk mereka )

→Saya takut gagal ..
    ( Gagal adalah guru terbaik bagi
     masa depan, lagian setiap orang
     sukses pasti pernah mengalami
     kegagalan dan kegagalan itu satu
     paket dengan KESUKSESAN )

→Saya trauma dengan bisnis itu ..
    ( Trauma tidak akan merubah masa depan Anda, yang paling penting dipelajari jangan
     sampai bisnis yang akan di kerjakan
     sekarang lebih baik dari sebelumnya)

Intinya....
ALASAN HANYA BAGI MEREKA yang memang tidak serius untuk SUKSES.

Orang sukses penuh daya upaya, penuh semangat, penuh jalan keluar tentunya !

Manusia hanya di batasi dengan pemikirannya yaitu MENTAL BLOK.

Jika hanya di batasi pemikirannya dan mengedepankan ALASAN, selamanya hidup akan biasa saja ( Tidak akan maju )...

Jadi mulailah berpikir buang ALASAN yang membuat anda tidak akan bisa maju..

Semangat dan mulailah bergerak..
Semangat + konsisten + action = Sukses...

With 3iNetworks Change your life be Amazing..👌👌

#Salamngaji #Ayosuksesberjamaah

Sabtu, 10 Desember 2016

Kutitip Harapanku di CAR

CAR dengan kata lain Central Asia Raya salah satu perusahaan ternama dengan kepemilikan oleh member salim grub dengan total omset 5 triliun. CAR sendiri mengembangkan konsep pemasaran denga nama 3i Networks pada tahun 2014 kemarin hingga saat ini.

Semenjak mengeluti CAR bisnis menabung pada bulan April 2016 disitulah saya berfikir bahwa  sistemnya PT.  CAR sangat mampu untuk menjamin persiapan di masa depan kita bersama dengan keluarga dan saat hari tua kita kelak.

Kenyataan hidup ini singkat, namun kenyataananya ada pertanyaan yang selalu terbelit dalam diri saya yakni SUDAHKAH ANDA MEMBAHAGIAKAN ORANG TERDEKAT ANDA, APA YANG ANDA TITIPKAN KEPADA KELUARGA ANDA KETIKA ANDA SUDAH MENINGGALKAN  MEREKA DI DUNIA INI.Mungkin andalah yang akan bisa menjawanya. Karena pertayaan itulah yang sudah tersimpan rapat-rapat dalam hati ini.

Nah, itu semua ANDA yang bisa merefleksikan semuanya tergantung seberapa besar ANDA terus menikmati keterjebakan dalam rutinitas kesehariaan anda.
Mimpiku dan mimpi ANDA sama bisa memberikan terbaik kepada keluarga ANDA dan sekitar ANDA, so keputusan ANDA hari ini bisa membawa kita pada masa depan kita di tahun-tahun mendatang.

#GocalonCrown

Minggu, 02 Oktober 2016

Babak Baru di Mulai

Pasca selesainya BIMTEK PKH Tahun 2016 kini babak baru di mulai, Ya bagaimana tidak salah satu tugas yang diberikan kepada tiap tenaga pendamping dan Operator menjadi awal mulai peejuangan dalam memberantas pola berfikir masyarakat pada khususnya Calon peserta PKH.

Program Keluarga Harapan (PKH) bagaimana unjuk tombak tenaga pendamping dalam menetralisir, mengubah paradikma bergikir mereka. Untuk mandiri dan sadar dari segi penghidupan, penggunaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan bagi anak mereka sebagai bekal masa depannya.

Masa depan anak bangsa harus sehat dan berwawasan luas sebagai penerus dari cita-cita para pahlawan bangsa.

Kini para pejuang kemiskinan pun hadir dari segi program pemerintah kementrian Sosial yakni Tenaga Pendamping PKH, bagaimana perwujudan dari PKH ini bisa mengurangi angka keluarga Miskin terlebih mampu membuka cakrawala berfikir para peserta PKH, akan tetapi semuanya itu berada di pundak para pendamping PKH.

Ketika jiwa nasionalisme mereka muncul maka segalanya akan menjadi lumrah, jiwa raga di perjuangkan demi bangsa dan negara.

Awal baru ini di mulai dengan penerima data calon peserta kemudian di olah dan dibuatkan surat pertemuan awal dan data Validasi.  Selanjutnya komunikasikan dari aparat yang bersangkutan guna mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini.

Kegiatan PA ini pula adalah penentu dalam memvalidkan data. Sebagai bahagian dari segala program dari PKH bukan itu aja masih ada tahap selanjutnya.....

Kita akan bahas di lain kesempatan

Kamis, 22 September 2016

Akhirnya Bimtek Juga

Sejak penentuan kelulusan kemarin kini menuju fase berikutnya yakni Bimbingan Teknis Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan tepatnya dilaksanakan di hotel Singgasana Makassar 21-25 September 2016.

Dalam pelaksanaan BIMTEK kali ini di hari kedua dengan disunguhkannya materi untuk bekal saat mendampingi peserta PKH nantinya sungguh luar biasa tanggung jawab yang harus diembang. Akan tetapi ini semua menjadi salah satu amanah yang diberikan terkhusus saya pribadi. Karena tugas ini merupakan bahagian untuk pengabdian bagi Nusa dan bangsa. Ditambah bagaimana keluarga Miskin yang akan saya dampingi semoga pola fikir mereka bisa berubah dan bangkit dari kemiskinan. Demi menggapai keluarga harapan.
Dalam bimtek ini banyak hal yang harus dipersiapkan terutama fisik, rasa tegar, kesabaran dan jalainan komunikasi antar unsur terkait yang sudah di tetapkan dalam paduan pendamping PKH.  Di tambah monitoring dan evaluasi dari para peserta PKH.

Semoga pelaksanaan kegiatan kali ini dapat bernilai ibadah lebih-lebih saat mendampingi peserta PKH nantinya mulai validasi data hingga tahap penyaluran bantuan.

Aamiiin.

Selasa, 13 September 2016

Sisa Saldo Umur

Tidak terasa hari semakin hari, bulan berganti bulan, waktu yang begitu berlalu hingga tidak terasa saldo umur yang saat ini diberikan memasuki kepala tiga.

Puji syukur atas rahmat dan karunianya masih memberikan kesempatan untuk bisa berbakti mengukir kebaikan, menebar manfaat untuk kemaslahatan sesama.

Tidak henti-hentinya puji dan syukur atas rahmatnya, yang saat ini masih memberikan kesempatan. Tidak ada daya dan upaya kecuali rahmatnya yang diberikan hingga sisa umur yang saat ini memasuki usia kepala tiga puluh semoga dengan usia ini, karir semakin cemerlang, lebih dewasa, tambah rezeki, dan sudah bisa memeberikan kebahagiaan kepada keluarga.

Aamiiin.

Minggu, 28 Agustus 2016

Masih terdiam

Puncak kejayaan dalam meraih setiap peluang salah satu pilihan bagi kita semua. Akan tetapi sampai detik ini masih tetap terdiam, langkah-langkah yang ditorehkan belum berbuah bekas apalagi hasil. Yah patut di percaya karena masih tetap terdiam.

Diamku bukanlah diam yang menunggu keajaiban akan tetapi diamku sebagai salah satu sarana mementaskan diri memperbaiki segalanya kemudian melangkah agar jalan-jalan yang dilalui nantinya membawa keberkahan dan dilanjarkan. Sesungguhnya diam ini tidak perlu terlalu lama dalam bertindak karena setiap peluang dan kesempatan terus bergerak. Mungkin saatnya menentukan langkah karena langkah yang ditorehkan akan dilihat hasilnya. Sebagai prinsip semakin cepat melangkah akan semakin menikmati hasil dan jerih payahnya.

Kesempatan yang selama ini saya genggam dan patut saya perjuangkan adalah menuju ke Wisma Sejahtera.

Lakong rutinitas sekarang menjadi tenaga magang salah satu instansi kesehatan. Rutinitas ini sebenarnya sebagai. Salah satu untuk merangkul setiap tenaga untuk menuju ke Wisma Sejahtera. Karena pada prinsipnya menurut kajian saya Central Asia Raya (CAR) salah satu titik awal kesempatan dalam menunjang pendidikan anak kelak dan menyiapkan dana pensiun atau hari tua. Jika jalanin bisnisnya maka setiap bulan kita seakan digaji. Dan itu riil dapat penghasilan setiap bulannya. Seperti yang saya muat di www.gmcpinrang.wordpress.com.

Yah saatnya menentukan langkah sudah waktunya cape jadi begini terus karena kesempatan yang saat sekarang tidak akan bisa terulang lagi kini ridho Allah sebagai pegangang semoga keterdiaman yang selama ini menjadi jalur instrospeksi diri menuju kebahagiaan dan kesejahteraan.

Sampai jumpa di Wisma Sejahtera.

Jumat, 19 Agustus 2016

Mungkinkah bingkisan ini berbuah hasil

Niat adalah ukuran jika niat itu benar maka bisa menjadi teladan yang membawa pada perubahan besar. Akan tetapi segalanya akan menjadi acuan sebagai dasar dalam merintis sesungguhnya pencarian.

Begitu panjang perjuangan dan perjalan yang ditempuh bekal pula perlu dipersiapkan dengan matang. Bekal yang cukup dalam perjalan akan membawa dampak tersendiri dalam kehidupan didalam perjalanan itu.

Berharap dengan perjuangan yang dilakukan di saat bergelut dengan ide menjadikan pondasi sebagai senjata untuk mendapatkan hikmat didalamnya.

Berharap, salah satu harapan puncak terindah yang kita peroleh ketika perjuangan berbanding dengan pencapaian sesungguhnya.

Doaku akan mampu mengubah segalanya, semoga kado yang terindah itu berbuah hasil. Berbuah harapan dan pencapaian sebenarnya.