"Welcome to my blog..... Thank's to visit...!

Welcome to my blog..... Thank's to visit...! Terima Kasih Atas Kunjungannya ...

Kamis, 21 November 2013

Kunci Menjadi Manusia Kreatif

Kreativitas seringkali dikaitkan dengan seni, karena seni merupakan media yang memberi banyak ruang untuk mengasah kreativitas. Padahal, sebenarnya kreativitas bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Misalnya lewat ilmu pengetahuan, teknologi, karya kreatif lain yang bersifat fungsional, bahkan lewat bisnis.

Anda pun bisa menjadi menjadi kreatif meskipun bukan seorang seniman. Berikut ini 4 kunci menjadi kreatif:

1. Bebaskan pikiran dari segala batasan yang ada.
Ubah kekurangan atau kelemahan menjadi peluang untuk menciptakan hal baru. Singkirkan segala keraguan dan biarkan ide-ide Anda mengalir tanpa menilai baik buruknya atau memikirkan pendapat orang lain.

2. Berani tampil beda.
Berani keluar dari zona nyaman dan berpikir atau melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Menurut teori de Bono, 'seseorang tidak dapat menggali lubang di tempat yang berbeda dengan cara yang sama'.  Maksudnya, kita tidak akan menemukan hal yang baru jika masih berada pada cara pemikiran yang sama. Buatlah tantangan kecil untuk melakukan hal yang berbeda setiap harinya. Tak usah peduli hasilnya, yang penting Anda merasa puas dan happy.

3. Bermain dan bersenang-senanglah.
Di saat dewasa, kita lebih sering terpaku pada rutinitas dan kerja sehingga kreativitas mandeg. Untuk itu, isilah waktu luang Anda dengan melakukan berbagai kegiatan baru yang menyenangkan. Ingatlah hal-hal yang sering Anda lakukan ketika masa kecil, misalnya melukis atau naik sepeda bersama teman-teman. Bermainlah bersama anak Anda. Dalam kondisi yang relaks, Anda akan lebih bersemangat untuk menciptakan ide-ide baru atau mencari solusi kreatif untuk masalah Anda.

4. Lepaskan beban.
Kreativitas tidak dapat diciptakan saat pikiran Anda ‘penuh’. Ciptakan zona hening untuk 'mengosongkan' pikiran. Tidak harus dengan meditasi, cukup luangkan waktu sejenak untuk duduk diam dan menarik napas dalam-dalam. Mematikan ponsel, laptop, dan semua akses komunikasi lainnya. Dalam kondisi pikiran 'kosong', biasanya imajinasi dan kreativitas bisa mengalir lebih lancar.

Mencapai Kebebasan Finansial

Idealnya, setelah bekerja di atas 15 tahun di perusahaan yang cukup bonafid, seharusnya Anda sudah mampu mencapai zona bebas finansial. Maksudnya, bukan sekadar ditunjukkan dengan kekayaan harta yang kita miliki, penghasilan bulanan mencapai 9 digit, rumah dan mobil mewah, atau koleksi tas Hermes. Kalau semua harta tersebut dimiliki dengan cara utang, bisa jadi kekayaan itu hanya kamuflase.

Robert T. Kiyosaki, motivator keuangan dan penulis buku laris 'Rich Dad Poor Dad', mendefinisikan kebebasana finansial sebagai keadaan ketika seseorang sudah memiliki penghasilan pasif yang lebih besar daripada pengeluarannya. Pendapatan pasif adalah pendapatan yang Anda hasilkan tanpa harus bekerja. Bentuk yang paling sederhana adalah bisa berupa dividen, laba bisnis, atau royalti.

Dalam kamus Ligwina Hananto (Wina), financial planner dari QM Financial, seseorang yang sudah bebas finansial artinya tidak lagi harus aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia memiliki beberapa sumber penghasilan (aset aktif) yang jumlahnya lebih besar daripada pengeluaran rutin dan digunakan untuk memenuhi tujuan finansialnya.

Untuk meraih kekayaan tanpa batas, kuncinya: pastikan pendapatan pasif Anda lebih besar daripada pengeluaran bulanan Anda. Atau minimal nilainya sama dengan pengeluaran bulanan.

 Rencanakan sekarang juga
 Umur ternyata tidak ada hubungannya dengan kebebasan finansial. cepat atau lambatnya Anda mencapai kebebasan finansial sangat ditentukan oleh apa prioritas/impian finansial Anda, seberapa konsisten Anda menjalaninya, dan bagaimana gaya hidup Anda. Orang yang lebih suka hidup sederhana biasanya akan mencapai tingkat kebebasan finansial lebih cepat ketimbang mereka yang memiliki pola hidup mewah.

"Fokus utama kita adalah membereskan utang konsumtif, seperti utang kartu kredit dan utang kredit tanpa agunan. Baru setelah itu segera memulai berinvestasi. Selain itu, kita juga harus memiliki asuransi kesehatan dan dana kesehatan untuk penyakit kritis," jelas Prita Ghozie, financial planner dan CEO ZAPFinance. "Karena itu, lakukanlah financial check up secara berkala agar kita mengetahui kondisi keuangan yang ada dan memaksimalkan aset yang telah kita miliki."

Idealnya, kita harus bisa mencapai kebebasan finansial ini sebelum tiba masa pensiun. Caranya, kata Wina, dengan menyusun Tujuan Dana Pensiun dalama Rencana Keuangan Komprehensif. Dana pensiun akan memperhitungkan pengeluaran pensiun yang dibutuhkan sejak umur 55 tahun hingga usia harapan hidup berakhir (misalnya 85 tahun). "Angka ini jelas raksasa, bukan hanya Rp 200-300 juta. Untuk golongan menengah jumlahnya bisa minimal Rp 3,6 miliar." ujar Wina.

Karena itu, buatlah rencana keuangan yang lebih realistis sejak sekarang. Ubah cara berpikir dan cara pengelolaan keuangan Anda yang salah. Pilihlah aset aktif yang Anda inginkan dan paling menghasilkan. Dan, Wina menambahkan, semakin banyak yang sadar melakukan hal ini, maka kita bisa menciptakan warga kelas menengah yang kuat dan mampu membawa perubahan bagi Indonesia, bukan lagi sekadar 'objek penderita'.

Sumber : http://www.pesona.co.id

Tujuh Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa

Orang Tionghoa, khususnya yang hidup di perantauan, kerap dianggap bertangan dingin dalam berbisnis. Inilah 7 rahasia kaum Tionghoa menjadi pengusaha sukses!

1. Terlibat sejak dini
Di kalangan pebisnis Tionghoa, melibatkan keluarga sejak dini adalah hal biasa. Bila seorang ayah membuka rumah makan, maka anak-anaknya ditugaskan menjadi pelayan, sedangkan istri menjadi kasir. Begitu anak beranjak dewasa, mereka sudah menguasai seluk-beluk bisnis di luar kepala dan menjalankannya tanpa canggung.

2. Administrasi dan pembukuan yang baik
Sangat jarang toko yang dijalankan pengusaha Tionghoa kehabisan stok barang.
Sebab mereka menerapkan sistem administrasi barang yang baik. Sedangkan pembukuan
yang baik membuat arus kas berjalan lancar.

3.  Dua puluh persen biaya hidup
Sebelum bisnis benar-benar sukses (dengan kata lain sudah kaya raya), orang Tionghoa
terbiasa hidup sederhana, yaitu dengan cara menggunakan hanya 20 persen dari
penghasilan mereka. Bila punya pendapatan Rp 10 juta, maka yang digunakan untuk biaya
hidup hanya Rp 2 juta saja dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.

4. Berani ambil risiko
Keyakinan bahwa selalu ada kesempatan di setiap rintangan, membuat pengusaha
Tionghoa lebih berani mengambil risiko. Kata gagal sepertinya sudah dihapus dari
kamus mereka.

5.  Survei dan belajar
Pengusaha Tionghoa yang akan memulai usaha tak segan bertanya dan belajar kepada
siapa pun untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai usaha yang akan
dimulainya. Mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang usaha yang akan digeluti
membuat usaha mereka cepat meroket, karena sudah tahu seluk beluknya.

6. Pelayanan terbaik
Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan, ‘Jika tak pandai tersenyum, jangan membuat
toko.” Maksudnya, Anda harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tanpa
pelayanan yang memuaskan, dijamin pelanggan akan pindah ke toko sebelah.

7. Memelihara relasi

Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga hubungan dengan pelanggannya. Hal
sederhana yang acap dilakukan adalah memberikan hadiah kepada pelanggan. Meski
tak selalu berharga mahal, namun tetap akan meninggalkan kesan baik bagi
pelanggannya, sehinga mereka ingin selalu kembali ke toko tersebut.

RECOGNITION DAY ABE 2013 "From ZERO to HERO "




Tentang ASI, Pil, dan Suntikan Sebagai Alat Kontrasepsi

BU, sudah rahasia umum alat kontrasepsi memiliki plus minus.
Efektif mencegah kehamilan, tapi di sisi lain menyisakan beberapa kelemahan yang menjadi persoalan. Manfaat hakiki kontrasepsi, mencegah kehamilan. Bersifat sementara atau permanen menggunakan alat maupun obat.
"Penelitian terbaru menyebut, 85 persen wanita yang melakukan hubungan seksual aktif tanpa alat kontrasepsi, hamil setiap tahun. Jika berkaca kepada pengalaman Amerika Serikat, 3,6 juta kehamilan tidak direncanakan. Separuh dari kehamilan itu terjadi karena tidak memakai alat pencegah kehamilan. Sisanya, memakai alat kontrasepsi tapi tidak benar cara penggunaannya," terang dr. Ganda Anang Sefri Ardiyanto (29) kepada Bintang minggu lalu.
Bermodal fakta itu, Ganda menarik kesimpulan ada pasangan suami istri yang masih belum memahami pemilihan kontrasepsi yang benar. Alat kontrasepsi dipilih dengan beragam pertimbangan. Antara lain efektivitas, seberapa sering memakai, efek samping yang mungkin muncul, kemauan, dan kemampuan menggunakannya secara teratur. Hal lain yang patut dipertimbangkan: biaya.
"Suami istri pun patut memperhitungkan frekuensi melakukan hubungan intim, mudah tidaknya hamil lagi, dan efek samping laktasi. Mohon, jangan bergantung sepenuhnya kepada alat kontrasepsi. Metode kontrasepsi memang efektif tetapi, setahu saya tidak ada yang 100 persen mujarab mencegah kehamilan kecuali tidak berhubungan seksual sama sekali," Ganda mengingatkan.
Tiga metode yang disorot Ganda sore itu, metode amenorea laktasi (MAL) pil, serta suntikan kombinasi. MAL bertumpu pada pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif (tanpa makanan tambahan ASI lainnya-red). ASI eksklusif yang disalurkan ibu kepada buah hati memicu penekanan ovulasi. Ini berhasil hanya jika ibu menyusui secara penuh atau full breastfeeding.
"Akan lebih efektif jika Anda menyusui lebih dari delapan kali setiap hari. Ini membutuhkan komitmen 100 persen dari ibu dan dukungan 100 persen dari ayah. Sangat alami dan sangat dianjurkan para dokter karena tidak menimbulkan efek samping. Yang patut digarisbawahi, efektivitasnya sangat tinggi. Mencapai 98 persen pada enam bulan pascapersalinan," ucapnya seraya menambahkan, MAL menyenangkan karena tidak mengganggu aktivitas seksual!
Metode MAL tidak perlu pengawasan atau tindakan medis dan tanpa biaya! Itu masih ditambah keuntungan lainnya yakni si kecil mendapat kekebalan pasif (antibodi lewat ASI). Siapa pun meyakini sumber asupan gizi terbaik untuk tumbuh kembang bayi optimal adalah ASI.
"Perlu saya ingatkan, ASI memegang peranan penting mengurangi perdarahan pascapersalinan dan risiko anemia. Untuk mencapai efektivitas ini, butuh persiapan sejak awal kehamilan. ASI harus diberikan 30 menit setelah persalinan. Efektivitas biasanya enam bulan pertama dan tidak melindungi dari virus hepatitis B, C, dan HIV," imbuhnya.
Pilihan kedua setelah ASI, pil kombinasi. Efektivitas mencapai 90 persen. Risiko terhadap kesehatan kecil. Tidak mengganggu hubungan seksual dan dapat dihentikan kapan pun kita mau. Setelah berhenti, kesuburan Anda pulih. Pil menjadi pilihan alternatif lantaran dapat digunakan ibu muda sampai mereka yang mendekati menopause.
Pil dapat mencegah kehamilan di luar kandungan, kanker ovarium, kanker endometrium, kista, radang panggul dismenore dan akne. Di luar seabrek manfaat itu, pil memiliki beberapa kelemahan di antaranya menuntut kedisiplinan dan daya ingat supertajam dari penggunanya. Pasalnya, pil memiliki pola konsumsi setiap hari berdasarkan kalender. Tidak diperuntukkan bagi ibu menyusui. Sementara suntikan kombinasi mempunyai efektivitas hingga 99,6 persen.
Tidak mempengaruhi hubungan suami istri, tidak perlu pemeriksaan panggul sekaligus minim efek samping. "Mengurangi perdarahan, nyeri haid, serta anemia," kata Ganda.
Minim efek samping bukan berarti tidak berdampak sama sekali. Haid tidak teratur, mual, sakit kepala, rasa nyeri payudara ringan (berkurang setelah suntikan kedua atau ketiga-red), contoh efek samping yang kerap dialami si ibu. Suntik terkait erat dengan penambahan berat badan dan terlambatnya kesuburan setelah berhenti.

Minggu, 29 September 2013

Tips Ampuh Hilangkan Bekas Noda Jerawat

Jerawat merupakan musuh bagi para remaja terutama wanita. Apalagi jika banyak bekas jerawat yang ditinggalkan terkadang membuat kamu nggak pede. Nah kalau kamu bingung, berikut lima cara ampuh untuk hilangkan bekas jerawat yang membandel.
Cara 1
Ambil sepotong ubi kayu. Kupas kulitnya. Buang kulitnya. Bersihkan. Parutkan. Perah untuk dapatkan airnya. Sapukan air perahan pada muka yang ada bekas jerawat. Lakukan setiap hari selama seminggu.
Cara 2
Tumbuk beberapa batang kulit kayu manis dan jadikan serbuk. Campurkan dengan sedikit air. Sapukan pada bekas jerawat. Lakukan selama seminggu.
Cara 3
Ambil 10 helai daun sireh muda, bersihkan dan tumbuk lumat. Muka hendaklah dibersihkan dengan air suam dan sapukan sireh pada muka terutama di bagian bekas jerawat. Biarkan kira-kira setengah jam atau hingga kering. Cuci muka bersih-bersih dan lap kering. Lakukan 3 kali seminggu.

Cara 4
Asah kulit kayu manis dan campurkan dengan madu lebah. Tempelkan pada muka yang meninggalkan bekas jerawat setiap malam. Esoknya, cucilah dengan air suam/hangat kuku.
Cara 5
sebelum mandi, usapkanlah kulit pisang klutuk (batu) yang sudah matang pada kulit wajah. Biarkan sekitar 10 menit, seolah-olah sedang dimasker. Setelah itu bilas dengan air teh basi, dan baru mandi, atau cara kedua adalah dengan menghaluskan biji pinang tua, campur dengan air mawar.

Sumber :  http://id.she.yahoo.com/tips-ampuh-hilangkan-bekas-noda-jerawat-091900977.html

Tanda Akhir Zaman, Jika Wanita Jadi Tukang Dagang

DUNIA usaha bukan lagi monopoli laki-laki. Lihat saja, sekarang ini banyak usaha yang dikelola oleh seorang perempuan. 1600 tahun yang lalu, Rasulullah menyebutkan bahwa ini adalah salah satu tanda akhir zaman
.
Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya menjelang kiamat akan ada ucapan salam khusus dan perdagangan tersebar luas sehingga seorang perempuan ikut serta dengan suaminya dalam perdagangan.” (HR. Ahmad)

Akhir abad ke-20 merupakan masa-masa tumbuh dan gencarnya emansipasi. Dan pada abad ke-21 sungguh mengejutkan banyaknya pabrik-pabrik, kantor-kantor, pasar dan pusat perdagangan, dan lapangan pekerjaan lainnya, dipadati oleh komunitas perempuan.

Bahkan pekerjaan kasar yang sejatinya dilakukan oleh kaum laki-laki pun tak luput dari campur tangan perempuan. Sebagai contoh pekerjaan kuli pasar, pekerja bangunan, kernet bus, polisi, pekerja SPBU, polisi lalu lintas, pendorong gerobak, kini sudah banyak diisi oleh kaum perempuan.

Hadits di atas juga menggambarkan maraknya perdagangan di kalangan manusia. Tugas mencari nafkah yang sebenarnya dibebankan kepada kaum laki-laki, ternyata juga banyak dilakukan oleh kaum perempuan.
Hadits di atas juga bisa sebut sebagai peringatan dari nabi untuk berhati-hati dengan fenomena yang terjadi saat ini, di mana peran seorang perempuan sudah banyak berubah di akhir zaman. Mereka tidak lagi menahan diri mereka di rumah, yang memang itu lebih baik untuk mereka. Namun, justru keluar dari rumah mereka dan ikut meramaikan pasar-pasar dengan kehadiran mereka di tengah-tengah kaum laki-laki.
Dengan alasan persamaan gender dan emansipasi, banyak dari kaum perempuan yang menuntut agar mereka mendapatkan peran dan posisi yang setara dengan kaum laki-laki, jelas ini merupakan penyimpangan fitrah mereka sebagai perempuan.  [sa/islampos/berbagai sumber]

*http://www.islampos.com/tanda-akhir-zaman-jika-wanita-jadi-tukang-dagang-65653/

Minggu, 11 Agustus 2013

Mimpi Generasi Emas Indonesia dan Imbas Budaya Politik Lokal

(Refleksi Hardiknas 2 Mei 2012)
Tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini adalah Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Sebuah tema futuristik yang menyajikan imaji kebangkitan anak bangsa di bawah bayang-bayang pelangi nusantara yang pluralis dan multikultural. Tema ini sekaligus juga menyiratkan “kehendak politik” untuk membangun optimisme di tengah kompleksitas persoalan bangsa yang hingga kini masih silang-sengkarut. Aroma korupsi begitu menyengat di setiap lapis dan lini birokrasi. Panggung-panggung sosial dan politik sarat dengan darah dan air mata. Hukum yang seharusnya menjadi tempat untuk menemukan keadilan dan kebenaran ternodai oleh perilaku busuk para “mafioso”.

Saat ini –meminjam istilah Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sunaryo Kartadinata– telah terjadi anomie, yakni kehilangan pegangan moral dan nilai budaya. Beberapa aturan hukum dan norma sosial kehilangan daya paksanya dan terkesan saling bertentangan sehingga memicu konflik dan menimbulkan kebingungan. Akibatnya perilaku main hakim sendiri dan berbagai tindakan melecehkan hukum mencuat ke permukaan menyertai beragam tindak kekacauan dan perilaku menyimpang. Seiring dengan itu, gejala demoralisasi juga merajalela di kalangan masyarakat. Mentalitas masyarakat di perkotaan dibentuk oleh budaya pop dan dibuai irasionalitas iklan yang serba instan dan hedonistik. Sementara itu, di pedesaan, otoritas dan sumber kewibawaan tradisional hancur sehingga generasi muda meniru model dan sumber nilai dari luar. Sebagian mahasiswa, buruh dan kaum muda lebih memilih berkomunikasi dengan batu dan bom molotov ketimbang memajukan nalar dan akal sehat.
Kondisi semacam itu diperparah dengan makin menguatnya budaya politik lokal yang bergaya neo-feodalistik. Penguasa lokal bagaikan adipati yang memiliki otoritas tunggal untuk mengendalikan laju kekuasaan. Para pejabat bawahan bagaikan “abdi dalem” yang harus manut dan sendika dhawuh terhadap titah sang adipati. Demikian juga para pejabat yang diberi kewenangan untuk mengatur rumah tangga Dinas Pendidikan. Budaya politik patron-client kembali menyeruak. Penguasa lokal menjadi sumber kekuasaan, sementara para pejabat membuat lingkaran politik untuk melindungi kepentingan politik penguasa. Dalam situasi demikian, bongkar-pasang pejabat Dinas Pendidikan menjadi fenomena yang lumrah terjadi. Imbasnya, “grand-design” dunia pendidikan di tingkat lokal mengalami proses stagnasi akibat frekuensi pergantian pejabat yang begitu tinggi; kian jauh dari kesan visioner dan sekadar untuk memenuhi “selera” penguasa di tingkat lokal. Para pejabat profesional di tingkat lokal sudah mengalami metamorfosis menjadi pejabat politik.
Fenomena gaya neo-feodalistik dalam dunia pendidikan yang (nyaris) menggejala di setiap daerah pasca-otonomi jelas akan berdampak besar terhadap upaya mewujudkan tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Di tengah situasi anomali budaya politik yang semacam itu, salahkah bangsa kita “bermimpi” memiliki “generasi emas”?
Kita sangat mengapresiasi langkah Mendikbud, Mohammad Nuh, yang memiliki “kehendak politik” untuk menanam investasi generasi emas mulai tahun ini yang konon dikaitkan dengan rencana besar Kemdikbud untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun Indonesia merdeka (2045). Secara demografis, negeri ini memang memiliki potensi besar untuk menjadi negara besar yang dihuni oleh generasi cerdas, unggul, dan kreatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 yang berusia muda jauh lebih banyak ketimbang yang berusia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Pada tahun 2045 nanti, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54 tahun. Bukankah ini sebuah potensi bangsa yang layak menjadi modal sosial untuk menggapai mimpi besar itu?
Meski demikian, mimpi besar tanpa diimbangi upaya serius untuk memperbaiki kultur bangsa hanya menumbuhkan obsesi berlebihan. Realitas budaya politik lokal yang cenderung neo-feodalistik dengan gaya interaksi patron-client dalam dunia pendidikan akan menjadi penghambat serius dalam melahirkan “generasi emas”. Dalam konteks demikian, perlu sentuhan reformasi kultural di negeri ini melalui perbaikan sistem dan suprastruktur yang mendukung terciptanya penguasa lokal yang berkarakter dan visioner. Realitas sosial yang pluralis dan multikultural membutuhkan sentuhan pengelolaan penguasa lokal yang sarat dengan wisdom dan keteladanan.
Jika hajatan Pilkada gagal melahirkan penguasa lokal yang berkarakter dan visioner, tidak ada salahnya proses rekruitmen sang penguasa dipilih melalui proses fit and proper test dengan mempertimbangkan rekam jejak calon penguasa lokal selama berkiprah dalam ranah pemerintahan. Buat apa uang rakyat dihambur-hamburkan untuk pentas Pilkada kalau kenyataannya hanya melahirkan koruptor-koruptor baru yang abai terhadap dunia pendidikan? Jika siklus semacam ini terus berlanjut, mana mungkin bangsa yang besar ini mampu mewujudkan mimpi “generasi emas”? ***
Tulisan berjudul "Mimpi Generasi Emas Indonesia dan Imbas Budaya Politik Lokal" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (1 May 2012 @ 22:54) pada kategori Budaya, Pendidikan dan telah dikunjungi oleh 3,404 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda.
Tulisan lain yang berkaitan:
XL School & Campus Community: Program Kepedulian XL terhadap Dunia Pendidikan (Wednesday, 18 April 2012, 3,200 pembaca, 44 respon) Persembahan XL Memajukan Negeri XL Targetkan 2.500 Sekolah Manfaatkan XL Edusolutions Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem...Pendidikan Pasca-Reformasi: Quo-vadis? (Monday, 9 January 2012, 3,649 pembaca, 53 respon) Ketika reformasi bergulir 14 tahun yang silam, rakyat berharap akan terjadi sebuah perubahan mendasar di negeri ini. Pola kekuasaan rezim Orde Baru...Membebaskan Guru dari Cengkeraman Politik Lokal (Wednesday, 30 November 2011, 5,162 pembaca, 22 respon) Salah satu imbas otonomi daerah terhadap profesi guru adalah kuatnya cengkeraman politik lokal yang seringkali membuat guru tidak berdaya. Mereka...Kinerja Guru dan Sertifikat Pendidik (Tuesday, 24 November 2009, 6,963 pembaca, 116 respon) 25 November tahun ini seharusnya menjadi momentum yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap keberadaan sosok guru yang dianggap publik berada di...“Perceraian” antara Budaya dan Pendidikan: Tanya Kenapa? (Sunday, 10 February 2008, 6,390 pembaca, 37 respon) Saat-saat akhir menjelang tumbangnya rezim Orde Baru dari “panggung” kekuasaan, Soeharto pernah merombak kabinet. Bisa jadi dimaksudkan...

CINTA KELUARGA

Lihat keluargamu & keluarga besarmu...
Siapa di antara mereka yang paling berbakti?
Biasanya dialah yang paling lapang hidupnya.
Masalah datang hanya sesaat saja...

Berbakti itu memudahkan urusan dan rezeki 


Kaya itu ujian. Miskin itu ujian.
Karena sama-sama ujian ‪#‎MendingKayaAjah‬

Kaya bs menjadi jalan menuju surga-Nya. Miskin pun bs menjadi jalan menuju surga-Nya. Kalau begitu #MendingKayaAjah

Yang belum kaya, kita doakan supaya kaya dan berkah. Aamiin

CINTAI Orang Tua

Lihat keluargamu & keluarga besarmu...
Siapa di antara mereka yang paling berbakti?
Biasanya dialah yang paling lapang hidupnya.
Masalah datang hanya sesaat saja...

Berbakti itu memudahkan urusan dan rezek.