Senin, 29 Agustus 2016

Satu Enam Puluh

Satu Enam Puluh salah satu angka yang menjadi kenangan tersendiri bagiku. Yah, bagaimana tidak angka tersebut saya dapatkan ditengah bergelut selama dua bulan.
Angka sungguh ironis bagiku, menjadi pejuang dalam merintis pengabdian selama bertahun-tahun di meja kuliah dan kini hasil dari semuanya di hargai satu enam puluh, itu pula belum kena pajak.

Dari segi bahasa orang tua dahulu dengan prinsip rasa kesyukuran bahwa " biar sedikit asal berberkah" salah satu umpan kata bagiku.

Akan tetapi Sebaliknya dikaji dari segi ekonomis pengeluaran tiap hari rata-rata 20 ribu dari 6 hari masa kerja. Jadi dalam satu bulan rata-rata 600 ribu. Kurang lebih pengeluaran yang dikeluarkan.

Ironis memang rasanya melihat hal ini, sedih, syukur dan rela berkorban, berjuang bercampur dalam satu rasa entah apa yang ku lakukan dibuatnya. Akan tetapi rasa tanggung jawab pula jua yang tergenggam dalam jiwa untuk menutupi kebutuhan keluarga.

Mungkinkah cara paling jitu untuk melawan kesedihan adalah dengan berbuat sesuatu bukan terus menerus melawan, meratapi nasib.

Karena pada prinsipnya saat suasana terjepit Justru punya energi lebih untuk berbuat sesuatu.

Minggu, 28 Agustus 2016

Masih terdiam

Puncak kejayaan dalam meraih setiap peluang salah satu pilihan bagi kita semua. Akan tetapi sampai detik ini masih tetap terdiam, langkah-langkah yang ditorehkan belum berbuah bekas apalagi hasil. Yah patut di percaya karena masih tetap terdiam.

Diamku bukanlah diam yang menunggu keajaiban akan tetapi diamku sebagai salah satu sarana mementaskan diri memperbaiki segalanya kemudian melangkah agar jalan-jalan yang dilalui nantinya membawa keberkahan dan dilanjarkan. Sesungguhnya diam ini tidak perlu terlalu lama dalam bertindak karena setiap peluang dan kesempatan terus bergerak. Mungkin saatnya menentukan langkah karena langkah yang ditorehkan akan dilihat hasilnya. Sebagai prinsip semakin cepat melangkah akan semakin menikmati hasil dan jerih payahnya.

Kesempatan yang selama ini saya genggam dan patut saya perjuangkan adalah menuju ke Wisma Sejahtera.

Lakong rutinitas sekarang menjadi tenaga magang salah satu instansi kesehatan. Rutinitas ini sebenarnya sebagai. Salah satu untuk merangkul setiap tenaga untuk menuju ke Wisma Sejahtera. Karena pada prinsipnya menurut kajian saya Central Asia Raya (CAR) salah satu titik awal kesempatan dalam menunjang pendidikan anak kelak dan menyiapkan dana pensiun atau hari tua. Jika jalanin bisnisnya maka setiap bulan kita seakan digaji. Dan itu riil dapat penghasilan setiap bulannya. Seperti yang saya muat di www.gmcpinrang.wordpress.com.

Yah saatnya menentukan langkah sudah waktunya cape jadi begini terus karena kesempatan yang saat sekarang tidak akan bisa terulang lagi kini ridho Allah sebagai pegangang semoga keterdiaman yang selama ini menjadi jalur instrospeksi diri menuju kebahagiaan dan kesejahteraan.

Sampai jumpa di Wisma Sejahtera.

Jumat, 19 Agustus 2016

Mungkinkah bingkisan ini berbuah hasil

Niat adalah ukuran jika niat itu benar maka bisa menjadi teladan yang membawa pada perubahan besar. Akan tetapi segalanya akan menjadi acuan sebagai dasar dalam merintis sesungguhnya pencarian.

Begitu panjang perjuangan dan perjalan yang ditempuh bekal pula perlu dipersiapkan dengan matang. Bekal yang cukup dalam perjalan akan membawa dampak tersendiri dalam kehidupan didalam perjalanan itu.

Berharap dengan perjuangan yang dilakukan di saat bergelut dengan ide menjadikan pondasi sebagai senjata untuk mendapatkan hikmat didalamnya.

Berharap, salah satu harapan puncak terindah yang kita peroleh ketika perjuangan berbanding dengan pencapaian sesungguhnya.

Doaku akan mampu mengubah segalanya, semoga kado yang terindah itu berbuah hasil. Berbuah harapan dan pencapaian sebenarnya.

Senin, 15 Agustus 2016

Menunggu Pengumuman

Katanya besok sudah keluar informasi pengumuman Tenaga Pendamping PKH. Namun berharap bahwa besok akan ada nama saya terselip di pengumuman, Ngarep nya sih begitu.

Akan tetapi selalu optimis melihat semuanya, karena segalanya akan membukakan jalan terbaik diantara yang terbaik.

Rasa terlalu percaya diri pun bisa membawa pada kecewaan untuk itu. Anggapnya biasa saja, apa pun hasil dari panitia itulah yang terbaik.

Segalanya bisa berjalan sesuai rancangan Tuhan, maka itulah yang terbaik. Semuanya akan indah pada waktunya dan pada masanya. Kita kembalikan kepada Allah biarlah iya yang mengatur segalanya. Kerja keras, tekad, usaha dan doa semuanya sudah dijalankan tinggal ikhtiar salah satu jalannya.

Rabu, 10 Agustus 2016

Hujan pun turun

Memasuki bulan agustus tahun ini, kenyataan tahun sebelumnya biasanya musim kemarau, akan tetapi tadi malam hujan turun. Alhamdulillah tanaman yang merindukan air akhirnya kesampaian.

Hujan yang turun dengan frekuensi sedang terasa dapat menumbuhkan kembali yang kering. Tanah yang sudah hampir kering kembali Air hujan membasahinya.

Tidak di sangka hujan yang turun kembali terasa menyegarkan kembali. Kembali menumbuhkan yang hampir mati.

Batuknya ga mau berhenti

Sudah sepuluh hari selalu disiksa dengan batuk. Apa lagi kalau 1/2 malam barulah bangun dan batiknya membangunkannya.

Tersiksa rasanya melihatnya, batuk kering yang disertai tangisan. Sudah banyak obat diberikan akan tetapi belum sembuh juga.

Semoga batuknya abidkoe lekas berhenti.

Minggu, 07 Agustus 2016

Beranilah

Berani itu bukan berarti tidak takut. Takut bukan berarti tidak berani.

Karena ada yang dalam dirinya penuh ketakutan, namun melangkah melawan ketakutannya. Itulah pemberani.

Ada juga yang mengaku berani (seperti berani melamar, merantau, bisnis, dan lainnya), eh malah belum action juga. Itu namanya penakut.

Rasa takut itu wajar. Jika dijadikan alasan untuk tetap melangkah, akan menjadi kekuatan.

Contoh: Anda mungkin takut jika tidak bisa menghajikan orang tua, akhirnya Anda bekerja keras hari ini sebelum mereka tiada meninggalkan kita.

Anda jadikan rasa takut itu menjadi kekuatan untuk membuktikan bahwa Anda -Insya Allah - bisa menjadi anak yang berbakti, walau pas-pasan dalam kondisi.

Yakinlah saudaraku, di balik niat baik selalu ada kekuatan. Maka tetaplah melangkah, walau terasa bahwa tak pernah sampai. Karena itu urusan Allah yang memperjalankanmu sampai ke tujuan.

Nah, kita cukup berniat lurus dan bertindak terbaik. Hasil terbaik? Biarlah Allah yang urus.

Semoga tercerahkan.

*Sumber : Sarwandi eka sarbini

Sabtu, 06 Agustus 2016

Lega di buatnya

Rasa-rasanya terasa ringan sejak terakhir melangkahkan kaki keluar ruangan tes, berharap semoga hasil kurasaan pikiran tenaga dan waktu. Membuat semuanya menjadi nyaman diibaratkan sebuah genggaman di tangan yang begitu berat hingga terlepas, begitulah gambarannya kira kira.

Suasana kota bone pun ikut mendukung di sore hari cuaca yang begitu cerah, seakan iya berkata JANGAN pulang dulu. Akan tetapi waktu jua yang menarik untuk kembali.

Perjalanan pulang jua menjadikan rentetan pemandangan yang di hiasi deretan pematan sawah dan hamparan perumahan yang tersusun rapi ditambah air sungai yang membawa deretan air mengalir.

Suasana yang nyaman memukau perjalanan pulang, walau sampai malam hari. Kesan perjuangan dan perjalanan akan menjawab segalanya pada jawaban akhir saat-saat pengumuman nantinya.

Terima kasih kota bone engkau menyimpang kesan yang membawa arti kepadaku dan keluarga.

Terima kasih para panitia pelaksana atas segala sunguhan dan penyambutan kami. Apapun hasil yang engkau umumkan akan kami terima dengan hati yang lapang dada.

Kini harapan dan anugerah yang maha kuasa yang akan membukakan jalan terbaik diantara terbaik untukku dan untuk para peserta lainnya.

Jumat, 05 Agustus 2016

Siapatau

Ya, tidak ada yang menduga dan mengetahui apa yang seharusnya dan semestinya. Pagi yang cerah ini udara yang begitu segar di kota adat watampone, kembali bergelut berjuang dan mengharap semoga kedatangan di kota ini, sebagai salah satu wujud pengabdian kepada Allah mencari penghidupan dan pengabdian. Semoga akan ada kemeriahan di dalamnya.

Lokasi bertarung di salah satu kampus STAIN buka dengan tenaga akan tetapi berjuang dengan fikiran yang cerdas mana kala didalamnya ada berkah.

Perjuangan kesini hanya mengharap keridhoan oleh Tuhan. Karena sebagai tenaga pendamping PKH. salah satu misi pemerintah pusat dalam menuntaskan kemiskinan. Lagi lagi mendampingi keluarga miskin yang ada di lokasi penempatan nantinya itu jua membawa pengharapan membimbing mereka, sebagai salah satu keluarga yang berdaya saing, maju dari hal kesejahteraan dan taraf hidup.

Ya alasan yang sangat menguatkan hanyalah siapa tau di dibukakan jalan dan bisa lolos tahap ini.

Tidak perlu banyak berhayal untuk proses ini, karena segalanya kembali kepada diri sendiri, skill yang di miliki yang akan membawa pada lolos tidaknya.

Sesungguhnya niatlah yang akan membukakan jalanya, niat juga yang akan membersihkan jalan dalam proses ini. Detak jantung ini pun terasa karena salah satu berkas yang di siapkan ga berlaku. Tapi disinilah kekuataan Tuhan untuk membantu semuanya. Segalanya akan menjadi mudah kalau berharap kepada sang maha pemberi pengetahuan, maha pemberi kelancaran, dan yang sangat menguatkan iya pula maha kuasa atas segalanya.

Salam untuk Pendamping PKH.

Kamis, 04 Agustus 2016

Kasihlah pola waktu

Dua bulan terakhir syukur alhamdulillah begitu banyak kesibukan yang menghampiri. Akan tetapi waktu yang begitu sempit. Pagi-pagi di buru berangkat ke pkm, siang diburu urus Pt Citra belum lagi CAR.

Ditambah lagi pendamping pkh yang sementara proses tapi tesnya pula lumayan jauh juga watampone. Yang difikir lagi dimana  nginapnya. Entahlah dimana besok cerita ini. Belum Lagi ini, belum soal pkm dan pt CPI dua hari, dan dua poin yang ditinggalkan.

Yaah rezeki dimana hanya tuhan yang memberi kita hanyalah mengusahakan yang terbentang yang ada di depan kita.